Jumat, 30 Januari 2015

Semoga

Nantinya kau akan menyadari seiring berjalannya waktu.
Aku adalah seseorang yang begitu mencintaimu.
Aku adalah seseorang yang begitu ingin melihat senyummu.
Aku adalah seseorang yang ingin begitu melihat kau bahagia.
Aku adalah seseorang yang ingin memberimu segalanya.
Aku adalah seseorang yang selalu memasukkan namamu dalam do'a.

Dan aku adalah seseorang yang kau sesali.
Dan aku adalah seseorang yang membuatmu gila.
Dan aku adalah seseorang yang membuatmu beruraian air mata.
Dan aku adalah seseorang yang telah kau sia-siakan.
Lalu kau terlambat menyadarinya.

Akan nyata.

Aku percaya.
Nantinya aku akan bahagia,tanpa harus berpura-pura, tanpa harus menyakiti siapa-siapa, dan menemukannya dimana saja.
Nantinya aku akan bahagia, karena proses mendapatkan kesabaran tidak akan pernah mengkhianati hasilnya.
Nantinya aku akan bahagia, bersama seseorang yang selalu aku semogakan dalam do'a.
Nantinya aku akan bahagia, bersama genggaman tangan berisi segala cita-cita.
Nantinya aku akan bahagia, karena mengingat hari ini.

Nantinya kau hanya mencariku, bukan untuk memberi penjelasan apa-apa, namun hanya untuk memberi kabar- jika tanpaku, kau tak pernah berhasil untuk pura-pura bahagia.

Tetaplah.

Tetaplah seperti ini, seolah-olah tak lagi membutuhkan aku untuk menemani.
Tetaplah seperti ini, seolah-olah kau bisa jauh lebih bahagia dari ini.
Tetaplah seperti ini, seolah-olah setelah ini kau jauh bisa mendapatkan yang lebih baik dari ini.
Tetaplah seperti ini, seolah-olah keputusanmu memilih berhenti akan membahagiakanmu nanti.
Tetaplah seperti ini, seolah-olah semua yang tanpa aku akan membuatmu tertawa lebih dari ini.

Tetaplah seperti ini, sampai kau menemukan aku benar-benar berhenti.

Percayalah

Selain kepada Tuhan. Apapun aku bercerita kepadamu. Saat ini, kau telah hilang dan aku tak tahu akankah kepadaku kau akan kembali pulang.
Disini, aku tertatih-tatih sendiri membagi cerita hanya pada air mataku sendiri. Tak ada lagi kau yang memberi kekuatan, semangat bangkit, dan alasan untuk tersenyum.
Aku percaya kau tidak akan memiliki waktu membaca tulisan-tulisanku dan aku tahu ini semua juga tidak akan bisa mengembalikanmu menjadi milikku lagi. Tapi jika nanti kau memiliki waktu membaca ini, percayalah; mencintaimu aku pernah seluka ini.

Sejauh Apapun Mataku Memandang

Dan ketika hembus nafasmu tak lagi menyentuh pipiku.
Dan ketika suara merdumu tak lagi hinggap ditelingaku.

Disaat itulah sejauh apapun mataku memandang, kau tak akan mungkin kutemukan.