"Kak, kadang kenapa sih temen sendiri itu seakan ada dan datang disaat butuh aja? Resek kan?" Tira mulai bertanya.
"Yang kamu rasain itu wajar, tapi kamu gak bijak dalam merespon itu Ra. Semua teman pasti begitu, tapi..."
"Tapi apa’an kak?"
"Tapi kamu harus tau ketika kamu bilang "BUTUH" aja. Itu berarti alamiah."
"Kok gitu? Maksudnya?" kepo Tira.
"Jadi gini loh, ketika manusia ditujukan dengan kebutuhan pasti dia punya tujuan yang manusia itu butuhkan dan itu biasanya sifatnya harus, atau bisa dibilang prioritas utama"
"Terus?"
"Bedakan butuh sama ingin, kadang keinginan itu prioritas kesekian.
Jadi, dengan kamu bilang "teman datang saat ada butuhnya aja", itu adalah prioritasnya."
"Kebutuhanlah yang ia mau dapatkan dari kamu, butuh mereka bermacam-macam,dari mulai pinjam duit, bantuin kerjaan, nemenin jalan-jalan dan yg lainnya"
"Jadi apa yang kamu permasalahkan di otak kamu tentang teman kamu itu hal yg alami, mereka punya kebutuhan yang tentunya mereka cari dari kamu."
Mendengar itu semua, Tira hanya mengangguk-angguk,
Tapi yang ia rasakan masih terasa mengganjal. Dan ia bertanya lagi.
"Kalau ada kasus ketika teman hanya datang saat ada butuhnya dan “tiba-tiba pergi” dari kita, itu gimana?"
"Yah, kembali lagi ke kebutuhan tadi, kamu harus tau apa sih yang ia butuhkan dari kamu? Atau tepatnya kamu punya sesuatu apa sih yang membuat dia nyaman sekaligus membantu dia memenuhi kebutuhannya, satu hal yang membuat dia pergi hanya karena apa yang kamu punya dalam diri kamu, sudah tidak dia butuhkan. Perlu kamu tau, berteman itu didasarkan saling membutuhkan dari kedua belah pihak."
"Ok, ngerti."
"Kalo ngerti gimana sih?”
Tira berusaha menyimpulkan apa yang dia dengarkan sedari tadi.
"Setiap orang punya kebutuhan dan itu tentunya harus dipenuhi, contohnya tentu dari pertemanan, kualitas pertemanan akan terjaga jika kedua belah pihak saling memberikan apa yang dibutuhkan. Jika tak ingin merasa kesal dengan istilah "datang hanya ada butuhnya aja" , berusahalah menunjukan selalu apa yg sekiranya teman kita butuhkan. Contohnya ketika teman kita butuh tempat cerita, berusahalah kita menjadi pendengar yang baik dan pemberi solusi atas masalah yang dihadapinya. Dengan begitu disaat apapun mereka akan ada, karena mereka nyaman dengan apa yang kita berikan yang memang mereka butuhkan."
“Nah, tuh tau. Sekarang mulailah hilangkan istilah; "Teman macam apa? Datang saat ada butuhnya saja. Ubahlah jadi; "Teman datang saat dia butuh kita dan kita bisa bantu kebutuhan dia"
“Ok deh, makasih kak”














