Aku paling benci saat
pengharapan yang sudah ada dari kecil kemudian tumbuh menjadi besar, akhirnya
hanya akan dibuang sia-sia dan dilupakan. Mengapa kita harus jatuh cinta , kalo
toh akhirnya hanya akan menjadi sia-sia? Mengapa kita tidak ditakdirkan jatuh
cinta dengan seseorang yang bakalan menjadi pendamping hidup kita sampai akhir?
Tuhan mungkin sedikit tidak adil, tapi setidaknya aku berterimakasih
kepada-Nya. Dia membuatku mengerti tentang apa itu arti sebenarnya dari kata
manja dan cinta. Semua hal yang tidak dibarengi dengan usaha pada akhirnya
hanya akan menjadi percuma, tidak berguna alias sia-sia. Atau sebut saja
istilahnya galau, aku tidak bisa mendeskrispsikan apa itu galau tapi jujur
saja, aku munafik tidak pernah mengakui kalau aku galau. Kenyataannya, aku
galau setiap hari. Meskipun begitu, aku selalu jaga imej di depan teman-teman
dan sahabatku di sekolah. Mereka memandang wajahku bahagia tetapi sebenarnya
dalam mataku. Aku menyimpan kekecewaan dan kegalauan yang luar biasa. Aku
tidak memintamu untuk iba ataupun belas kasihan denganku melalui postinganku di
sosmed. Tetapi aku hanya meminta satu hal dari kalian semua, para pembaca
tulisanku yang setia dan juga teman-teman. Buatlah hariku penuh :’)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar