Jumat, 26 Juni 2015

Pengharapan

Aku paling benci saat pengharapan yang sudah ada dari kecil kemudian tumbuh menjadi besar, akhirnya hanya akan dibuang sia-sia dan dilupakan. Mengapa kita harus jatuh cinta , kalo toh akhirnya hanya akan menjadi sia-sia? Mengapa kita tidak ditakdirkan jatuh cinta dengan seseorang yang bakalan menjadi pendamping hidup kita sampai akhir? Tuhan mungkin sedikit tidak adil, tapi setidaknya aku berterimakasih kepada-Nya. Dia membuatku mengerti tentang apa itu arti sebenarnya dari kata manja dan cinta. Semua hal yang tidak dibarengi dengan usaha pada akhirnya hanya akan menjadi percuma, tidak berguna alias sia-sia. Atau sebut saja istilahnya galau, aku tidak bisa mendeskrispsikan apa itu galau tapi jujur saja, aku munafik tidak pernah mengakui kalau aku galau. Kenyataannya, aku galau setiap hari. Meskipun begitu, aku selalu jaga imej di depan teman-teman dan sahabatku di sekolah. Mereka memandang wajahku bahagia tetapi sebenarnya dalam mataku. Aku menyimpan kekecewaan dan kegalauan yang luar biasa. Aku tidak memintamu untuk iba ataupun belas kasihan denganku melalui postinganku di sosmed. Tetapi aku hanya meminta satu hal dari kalian semua, para pembaca tulisanku yang setia dan juga teman-teman. Buatlah hariku penuh :’) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar